Siswa SMP Tahfidz Graha Quran Ngaliwet, Rayakan Hari Santri Nasional 2025
- Diposting oleh : smp tahfidz graha quran
- pada tanggal : 23/21/2025
Bagi yang pernah menjadi santri di pondok pesantren, kebiasaan hidup sederhana dan kebiasaan-kebiasaan khas pesantren lainnya menjadi hal yang biasa. Bahkan menjadi kebiasaan hidup di luar pesantren. Dalam memperingati hari santri nasional 2025, SMP Tahfidz Graha Quran juga turut merasakan sedikit saja bagaimana menjadi santri.
22 Oktober 2025, mereka diharuskan
datang ke sekolah menggunakan sarung, baju koko putih, dan kopiah hitam bagi
siswa laki-laki dan setelan gamis hitam. Pagi hari, mereka mengikuti senam
santri, sholat dhuha berjamaah, membaca asmaul husna, membaca barzanji, sedikit
game, dan tentunya materi dari Ust. Imam Anshor, S.Kom., segala tentang santri
dan menjadi santri berlokasi di ruang aula.
Highlight dari perayaan hari santri di SMP Tahfidz Graha Quran tahun ini, Adalah ngaliwet. Jadi setelah kegiatan tadi selesai, para siswa memasak liwet dan lauk pauk yang bisa dibilang menjadi salah satu kebiasaan pesantren di momen special mereka. Liwet dan makanan pendamping seperti ayam, tempe, tahu, ikan, sambal, dan lalapan yang dimasak dengan hati.
Setelah Dhuhur, semua siswa dan
guru berkumpul di aula untuk mulai makan Bersama. Kertas nasi dijajarkan membentuk
piring Panjang tempat semua siswa makan. Jadi tidak satu orang satu kertas, semuanya
makan dari sumber yang sama. Kertas Panjang itu. Menurut Ust. Imam, para santri
di pesantren makannya memang begitu sehari-harinya. Sederhana, dan Bersama-sama.
Membangkitkan kenangan yang akan terasa setelah lulus menjadi santri nantinya.
Ya terlepas dari segala polemic pro dan kontra yang saat ini sedang bergolak mengenai pondok pesantren, para siswa diharapkan memiliki sedikit refleksi makna tentang kehidupan pesantren. Khususnya tentang adab menimba ilmu, kesederhanaan, ketaatan pada kyai, guru, dan ulama yang akan membuka pintu berkah pada setiap ilmu yang mereka dapatkan.
